Posts Tagged ‘art event’

Beberapa saat lalu, Sabtu 15 Mei 2010 mulai jam 20:00 wib, di Graha Bhati Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta mereka  kembali menggelar konser tunggal yang kali ini bertajuk “Orkes Puisi Duka Cinta Indonesia”.

Acara ini merupakan bagian dari rencana pentas mereka keliling pulau Jawa, Anis dan kelompok nya ingin menyuarakan kritik atas perkembangan yang terjadi di Indonesia.

Selain berupa monolog dan dialog dari album puisi nya, pagelaran kali ini pun menampilkan komposisi musik yang sarat dengan unsur etnik.

Simak kalimat pembuka dibawah ini,yang ditulis oleh Anis untuk acara Orkes Puisi besok malam.

BERBAGI INDONESIA
BERBAGI DUKA
BERBAGI CINTA

Seharusnya kita banyak bersyukur karena hidup di negeri paling kaya di dunia. Bayangkan, begitu kayanya akan sumber daya alam, sampai-sampai kita tak enak hati pada negeri-negeri lain yang tak sekaya kita. Karena itu, untuk menjaga etika pergaulan antar negara; sebagai bangsa penyayang dan tuan rumah yang penuh pengertian, tak berlebihan bila kita merasa wajib mempersilahkan para tamu asing untuk lebih dulu menyantap habis kekayaan alam kita.

Kecuali itu, kita juga kaya warisan budaya. Begitu kayanya sehingga tak harus merasa kehilangan bila peninggalan-peninggalan dari masa silam diangkut sebagai cindera mata ke negeri orang.

Ingat, kita juga kaya milyarder. Pertumbuhan milyader kita tercatat paling pesat di dunia. Ini hampir-hampir menandakan bahwa rakyat kita sudah montok-montok dan bahagia, meninggalkan garis kemiskinan jauh di belakang.

Soal koruptor? Jangan ditanya! Begitu kayanya kita, sehingga kita bahkan sudah punya milyaran metode untuk meraibkan seratus-dua ratus, seribu dua ribu, sejuta dua juta koruptor dari daftar, karena kita mafhum yang seperti ini tak akan pernah membuat perbedaan yang signifikan.

Jangan lupa, kita juga kaya bencana. Begitu kaya, sehingga jumlahnya tak bakal menyusut setitikpun, andaikata kita pura-pura lupa mencatatnya. Bahkan, tak terlalu salah untuk mulai mempertimbangkan masuknya ‘wisata bencana’ sebagai salah satu program Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Bukankah lokasi bencana terbukti selalu berhasil menjadi magnit penarik minat wisatawan asing maupun domestik?

Dan hebatnya lagi, kekayaan kita ternyata juga mencakup tataran ’spiritual’. Kita bisa berbangga bukan cuma karena di tataran ini kita punya banyak nabi baru; tapi karena bangsa malaikatpun tampaknya juga merasa tertarik untuk ikut bertamasya di negeri kita.

Yang harap-harap cemas masih kita tunggu adalah perkembangan lanjutnya, yaitu hadirnya Tuhan itu sendiri. Bayangkan, betapa makin sempurnanya kekayaan negeri kita, bila -setelah punya nabi dan malaikat- kita juga punya lima atau enam orang yang tiba-tiba merasa jadi tuhan.

Sejujurnya, inilah yang melatar belakangi pagelaran orkes puisi ”Duka Cinta Indonesia”. Kami ingin berbagi kebahagiaan sebagai warga negeri terkaya di dunia. Semoga kebahagiaan yang sama bisa ikut anda rasakan.

Menarik sekali kan? Acara ini dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia, bukan hanya penikmat seni puisi.. jadi, jangan lewatkan Orkes Puisi Duka Cita Indonesia, besok malam.

Iklan